Cara Mendapat Omset Milyaran dengan Bisnis Dimsum

bisnis dimsum omzet milyaran
Author
Shopee Icon Tokopedia Icon TikTok Shop Mahkota Dollar Link Tree Mahkota Dollar

Dimsum memang makanan dari Negeri Cina, salah satu bahannya tak lain adalah tepung tapioka, bahan yang sama dengan kebanyakan jajanan asli khas Indonesia, namun belakangan popularitas dimsum tiba-tiba melejit di Indonesia sebagai jajanan kekinian. Penggemar dimsum ini kebanyakan adalah kaum milenial. Kabarnya, seorang pengusaha Indonesia lulusan SMA telah membuktikan bagaimana ia berhasil dalam bisnis dimsum dengan omset milyaran. Mari kita simak cerita inspiratif ini terlebih dahulu sebelum membahas betapa menggiurkannya bisnis dimsum ini di Indonesia.

Siapakah sosok di balik bisnis dimsum dengan omset milyaran ini?

Adalah Muhammad Kautsar yang semula berjualan siomay sejak tahun 2015. Kemudian pada Januari 2018 ia melihat potensi bisnis dimsum dan ia pun beralih dengan percaya diri karena dimsum yang masih mirip dengan siomay sehingga ia yakin punya kemampuan yang dibutuhkan. Bertekad membantu perekonomian keluarganya, ia memulai bisnisnya dengan meminjam uang pada tetangga sebagai modal usaha. Dengan uang pinjaman tetangga itu dan motor milik kakaknya, ia mulai berjualan dari bazar ke bazar. Bermula dari jualan di tempat yang kecil, kemudian menyewa ruko, perlahan bisnisnya semakin melebar. Dalam proses ekspansinya itu, Muhammad Kautsar mengaku sempat kebingungan, sehingga ia pun merekrut pekerja profesional dan mengaku justru belajar banyak dari karyawannya.

Dengan brand Dimsum49, bisnisnya kini sudah menjadi raksasa bisnis dimsum dengan nama PT Empat Sembilan Nusantara Muda dan konsep bisnisnya telah berubah menjadi supplier dimsum. Kini ia memiliki 2 pabrik dengan jumlah produksi mencapai 5-6 ton per hari dan lebih dari 1.000.000 dimsum diproduksi setiap harinya. Ia memproduksi dimsum dalam bentuk frozen food yang di-supply kepada reseller, mulai dari pedagang kaki lima, resto, kafe, kios, hingga perhotelan. Pada masa pandemi, ketika bisnis lain mengalami kendala, Dimsum49 justru mengalami pertumbuhan hingga 3x lipat. Hal ini karena orang-orang yang terkena PHK dan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mencari sampingan banyak sekali yang mendaftar menjadi agen dan reseller. Ia mengaku, mitra dan reseller itu banyak ia dapatkan tanpa terlepas dari peran situs e-commerce seperti Tokopedia. Sampai saat ini, Dimsum49 tercatat memiliki 55 agen dan 4000 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia, serta tercatat ada 300 karyawan yang dipekerjakannya. Bahkan, kini ia sudah membuka sebuah restoran sekaligus supermarket dimsum pertama di Indonesia bernama Bolekaka yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, yang berhasil meraup omset hingga Rp 2,5 miliar pada bulan Januari 2022. Total omset bulanannya saat ini mencapai Rp 9 miliar!

Baca Juga: Resep Dimsum Ayam Tapioka, Mudah dan Lezat

Bolekaka bisnis dimsum
Bolekaka

Dari manakah nama unik brand Dimsum49 ini?

Muhammad Kautsar meyakini nama adalah doa, dan ia memiliki harapan agar usaha yang dilakukannya ini dapat membantu orang lain.

“Saya ini kan SMA-nya ini di pesantren. Di situ saya pernah membawakan suatu khutbah menjelaskan surat 4 (An-Nisa) ayat 9 yang artinya kita supaya tidak meninggalkan generasi yang lemah. Setelah lulus SMA selalu terngiang dalam pikiran saya. Kalau saya hanya berbicara, tidak bertindak, maka saya jadi orang yang tidak bermanfaat,” ungkap Kautsar.

Itulah asal mulanya mengapa ia memilih nama 49, agar bisnisnya dapat bermanfaat bagi orang lain. Barangkali Tuhan memudahkannya karena sejak awal niatnya begitu mulia. Namun, perjalanannya tidak semulus itu. Ia pernah bercerita bahwa sebelumnya ia sempat rugi.

“Pada tahun 2014, saya ingin mencari jati diri. Pengen buka usaha tapi bingung usaha apa. Awalnya usaha limbah plastik. Tapi malah numpuk utang. Jadinya gak jalan,” ungkapnya menceritakan masa sebelum ia berjualan siomay.

Bagaimana konsep bisnis dimsum kemitraan ini bisa menguntungkan?

Untuk menjawab hal ini, mari kita tengok bocoran dari brand lain yaitu Dimsum Resanba milik Pujiyono. Dalam satu reportase, ia sempat menuturkan, “Paket yang kami tawarkan mulai dari Rp6,5 juta sudah mendapatkan all in semua, sudah lengkap mulai dari kompor, perlengkapan masak, seragam, dimsum 500 pieces. Mitra tinggal siapkan lokasi dan karyawan, sudah siap jualan melalui booth.”

Dari modal awal sekitar Rp6,5 juta tersebut, para mitra diprediksi mampu meraih omzet hingga 18-20 juta per bulan dengan keuntungan bersih 4-5 juta per bulan, sehingga diperkirakan dalam kurun waktu 2 bulan sudah bisa balik modal.

“Mitra bisa jual 1 porsi isi 4 pieces dengan harga Rp12.000 sampai Rp15.000 per porsi. Kalau dari kami harganya hanya Rp7.200,” terang Pujiyono. Jadi bisa kita simpulkan bahwa margin jualan dimsum ini bisa sampai 100% alias 2x lipat.

booth jualan bisnis dimsum
Contoh Booth jualan dimsum

Mengapa tren frozen food meningkat?

Meningkatnya tren frozen food belakangan ini tidak terlepas dari kondisi pandemi. Karena para penjual makanan yang biasanya berjualan di kantin, bazar, kios, bahkan yang berjualan di pinggir jalan jadi terganggu karena adanya PSBB semasa pandemi, maka frozen food yang lebih awet dan praktis pun menjadi semakin diminati, sebab dengan frozen food ini mereka bisa tetap berjualan tanpa terkendala PSBB.

Baca Juga:  Pabrik Tepung Tapioka di Surabaya - Temukan Produsen Terpercaya

Bahkan, menurut Pujiyono, beberapa di antara mitra reseller-nya pun ada yang menjualnya lagi masih dalam bentuk frozen food.

Dimsum Resanba sendiri memiliki berbagai paket frozen food mulai dari yang kemasan 20 pcs, 25 pcs, hingga 100 pcs. Untuk paket kemasan isi 100 pcs harga untuk reseller sebesar Rp190.000 atau Rp1.900 per pcs. Mereka kemudian menjual ke konsumen di harga Rp10.000 sampai Rp14.000 per porsi (4 pcs) atau sekitar Rp2.500 sampai Rp3.500 per pcs. Keuntungan yang diambil bisa banyak.

6b80076d c927 4a9c 8c9e 8a943df7f105
Contoh Dimsum sebagai Frozen Food

Mengapa dimsum begitu diminati?

Menurut Muhammad Kautsar, pemilik Dimsum49, popularitas dimsum terletak pada tiga hal, yaitu dari rasanya yang enak dan unik, kesan eksotis kudapan oriental, dan kemudahan memasaknya.

“Dimsum yang awalnya hanya ada di restoran Chinese Food. Sekarang ini, dimsum bisa menjadi makanan suguhan untuk para tamu yang datang ke rumah. Tentu saja, cara menyajikan dimsum itu simpel. Cara memasak dimsum hingga matang itu juga mudah. Untuk memanaskan dimsum itu bisa pakai magic jar. Jadi sekalian memanaskan nasi, bisa untuk memanaskan dimsum. Nah, praktis kan?” paparnya.

Bagaimana caranya memulai bisnis dimsum?

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan menjadi reseller dari reseller lain, karena keuntungannya akan sangat sedikit. Hal ini seperti pengalaman yang dialami oleh ibu Yusrina di Jakarta. Ia mengaku, keuntungan dari menjual 100 dimsum hanya Rp 70.000 saja. Karena itu ibu Yusrina berinisiatif membuat dimsum sendiri, dengan modal awal untuk membeli peralatan kukusan dan bahan mencapai Rp 1 juta. Dari sana ia menjual dengan harga Rp 15.000 untuk kemasan isi 5 dimsum. Melihat ada peluang di situ, ibu Yusrina pun memberanikan diri mengajukan pinjaman ke BRI untuk program kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 15 juta. Kini, total penjualan dimsumnya sudah mencapai Rp 500 ribu per hari, bahkan lebih.

Atau kita bisa melihat Lia Agustina yang setelah terkena PHK memutuskan untuk bekerja sama dengan saudaranya untuk membuka usaha gerobak dimsum di Denpasar. Ia yang berjualan, sementara saudaranya yang memproduksi dimsum homemade. Dengan modal awal Rp 14 juta, Lia berhasil mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 1 juta per hari.

Tentu saja untuk cita rasanya harus disesuaikan dengan selera pembeli. Seperti pak Pujiyono dari Dimsum Resanba yang pernah bercerita bahwa ia sempat mengotak-atik resep dimsumnya hingga 27 kali sebelum menemukan rasa yang pas.

Kembali lagi pada Muhammad Kautsar, pemilik Dimsum49, ia juga sempat menuturkan tips untuk menjual dimsum. Menurutnya, di zaman yang serba mengandalkan teknologi seperti ini sangatlah memungkinkan untuk bisa lebih mudah membuka peluang usaha.

“Jual dulu dimsum secara online. Nggak perlu diawali dengan menjual dimsum di marketplace, mulai saja dulu dari grup WhatsApp. Kalau di grup WhatsApp itu kan biasanya banyak, tuh. Ada grup alumni, grup keluarga, grup kantor, atau grup khusus ibu-ibu komplek. Nah itu tinggal share aja jualan di sana. Di grup itu dirasa lebih mudah karena sudah ada ikatan emosionalnya gitu. Jadi, lebih terpancing juga untuk beli. Mulai dari sana dulu aja. Kalau di grup WhatsApp itu kan juga nggak perlu modal besar misalnya buat pasang iklan, buka ruko. Jadi, mulai dari di rumah saja. Bahkan juga nggak perlu investasi ke panci kukusan. Pakai saja rice cooker untuk menghangatkan dimsum kalau mau jual dalam keadaan matang,” begitulah ringkasan perkataan Muhammad Kautsar dalam sebuah reportase dengan koran Kompas.

Bermula dari WhatsApp dulu lalu Anda bisa mulai menawarkannya di sosial media, kemudian coba beralih ke aplikasi seperti GoFood, barulah ke e-commerce seperti Tokopedia.

aplikasi gofood jadi barometer tren kuliner bisnis dimsum
GoFood masih jadi barometer tren kuliner hingga saat ini.

Apakah menjual dimsum sebagai mitra atau reseller masih menguntungkan?

Jawabannya tentu saja menguntungkan, namun Anda harus memperhatikan beberapa syarat. Pertama, modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi mitra jualan dimsum rata-rata memang sebagaimana yang diutarakan Pak Pujiyono, yaitu sekitar Rp 6,5 juta. Dari siklus penjualan itu Anda bisa memperoleh keuntungan bersih hingga Rp 4-5 juta per bulan, namun perlu diingat bahwa keuntungan segitu syaratnya jualan Anda harus bisa laku sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya adalah:

  • Lokasi yang ramai, seperti pusat perkantoran, sekolah, kampus, tempat wisata, atau bisa juga di pinggir jalan yang ramai, tempat banyak orang biasa singgah dan berlalu-lalang.
  • Pelayanan terbaik dari karyawan yang dapat dipercaya dan bisa diandalkan.
  • Target pemasaran yang jelas, misalnya jika menjual di dekat sekolah atau kampus, maka Anda harus bisa menekan harga agar terjangkau, dan jika Anda jualan di pusat perkantoran atau perumahan elite, Anda juga harus bisa menyesuaikan produk dengan selera target pasar Anda.
  • Promosi yang tepat.
  • Kualitas dan kebersihan yang terjaga.
Tags:
Bagikan ke social media sahabat mahkota yuk!

Jika sahabat mahkota benar-benar terbantu tentang topik ini dan orang lain layak untuk tahu juga, maka jangan lupa klik link sosial media dibawah ini dan bagikan yak! Thanks 😊

Tinggalkan Balasan

Related posts:

Featured posts:

Yuk berlangganan konten kami