Makan Kanji bisa Mengobati Lambung?

adonan kanji mahkota dollar
Author
Shopee Icon Tokopedia Icon TikTok Shop Mahkota Dollar Link Tree Mahkota Dollar

Penyakit maag atau asam lambung tentunya sudah tidak lagi asing bagi kita. Seringkali disebabkan karena perut kita dibiarkan kosong terlalu lama sehingga asam lambung mulai menggerogoti dinding lambung. Penyakit yang sekalinya kena bisa sering kambuh ini mengharuskan pengidapnya ekstra hati-hati menjaga makanan yang ia konsumsi, makanan yang bersifat asam dan pedas seringkali harus dihindari. Menjaga kebugaran badan juga menjadi keharusan, karena sekadar karena kecapekan saja penyakit lambung bisa kambuh. Untuk meredakan maag, berbagai macam obat bisa digunakan, mulai dari yang berbentuk pil atau tablet, sampai obat herbal dan alami. Nah, pernahkah Anda mendengar saran dari orang desa bahwa makan kanji yang bentuknya seperti lem itu bisa mengobati lambung?

Tepung kanji alias tepung tapioka adalah tepung yang terbuat dari umbi singkong. Karena sifatnya yang kenyal dan lengket, biasanya tepung tapioka digunakan sebagai bahan pengikat atau pengental untuk berbagai jenis makanan. Oleh karena sifat tepung tapioka yang khas itulah, banyak orang memakainya sebagai obat alami untuk maag dan penyakit asam lambung. Tepung tapioka diyakini bisa melapisi dinding lambung dan melindunginya dari asam lambung yang mengikis. Selain itu, tepung tapioka juga mudah dicerna dan tidak meningkatkan produksi gas dalam saluran pencernaan. Itulah mengapa kanji yang terbuat dari tepung tapioka dinilai cocok untuk orang yang mengalami mual, kembung, dan gejala maag lainnya.

Untuk mengobati maag, campurkan tepung tapioka dengan air mendidih lalu diaduk hingga teksturnya menjadi seperti lem. Adonan kanji ini dikonsumsi secara rutin setiap hari, umumnya pada pagi hari sebelum sarapan. Cara ini memang dibolehkan oleh dokter secara medis.

Meskipun begitu, Anda harus berhati-hati karena makan adonan kanji yang lengket itu bisa menimbulkan beberapa efek samping:

  1. Tepung tapioka merupakan bahan makanan mentah sebagaimana halnya pula sayur-sayuran, dan daging-daging mentah. Meskipun sekilas kelihatan aman, tepung tapioka sangat mungkin mengandung bakteri E. coli atau Salmonella yang berasal dari proses penggilingan singkong. Bakteri-bakteri tersebut masih dapat bertahan di sana apabila Anda mencampurkan tepung tapioka dengan air yang kurang panas.
  2. Jika kanji yang Anda konsumsi kurang matang karena airnya kurang panas dan diaduk kurang lama, efek sampingnya adalah Anda mungkin akan mengalami keracunan makanan. Jadi pastikan dulu adonan kanji yang hendak Anda konsumsi sudah benar-benar matang.
  3. Memakan adonan kanji juga harus dihindari saat kondisi perut Anda sedang kosong, atau sedang timbul reaksi tidak nyaman di lambung. Sebab, gejala yang Anda alami justru bisa semakin parah karena terganggunya saluran pencernaan. 
  4. Sebaiknya Anda juga tidak memakan adonan kanji dalam jumlah yang terlalu banyak, karena akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Dan karena tepung kanji memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, asupan kalori Anda juga bisa bertambah secara berlebihan.
kanji
Tags:
Bagikan ke social media sahabat mahkota yuk!

Jika sahabat mahkota benar-benar terbantu tentang topik ini dan orang lain layak untuk tahu juga, maka jangan lupa klik link sosial media dibawah ini dan bagikan yak! Thanks 😊

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts:

Featured posts:

Yuk berlangganan konten kami